Minggu, 12 Juni 2011
Kesyirikan dalam Sumpah Pramuka “Tri Satya”
“Tri Satya, demi kehormatanku aku berjanji…”
Demikianlah kata-kata yang sering kita dengar dari Pramuka. Dalam kalimat di atas terdapat ucapan sumpah dengan selain Allah yaitu bersumpah dengan ‘kehormatan’.
Apakah ini dibolehkan? Berikut ini jawabannya,
عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ قَالَ سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ رَجُلاً يَحْلِفُ لاَ وَالْكَعْبَةِ فَقَالَ لَهُ ابْنُ عُمَرَ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ ».
Dari Sa’ad bin Ubadah, suatu ketika Ibnu Umar mendengar seorang yang bersumpah dengan mengatakan ‘Tidak, demi Ka’bah’ maka Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan” (HR Abu Daud no 3251, dinilai shahih oleh al Albani).
Demikianlah kata-kata yang sering kita dengar dari Pramuka. Dalam kalimat di atas terdapat ucapan sumpah dengan selain Allah yaitu bersumpah dengan ‘kehormatan’.
Apakah ini dibolehkan? Berikut ini jawabannya,
عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ قَالَ سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ رَجُلاً يَحْلِفُ لاَ وَالْكَعْبَةِ فَقَالَ لَهُ ابْنُ عُمَرَ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ ».
Dari Sa’ad bin Ubadah, suatu ketika Ibnu Umar mendengar seorang yang bersumpah dengan mengatakan ‘Tidak, demi Ka’bah’ maka Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan” (HR Abu Daud no 3251, dinilai shahih oleh al Albani).
Selasa, 07 Juni 2011
FANATIK TAPI MUNAFIK
SATU di antara perilaku luhur yang konon dimiliki bangsa Indonesia adalah beragama atau religius. Seabrek contoh dicoba diajukan untuk membuat percaya dalam dan luar negeri bahwa bangsa ini shalih dengan agama yang dianutnya, antara lain rajin ke tempat ibadah semisal Masjid, Gereja atau Vihara. Kaum Muslim –dengan rasa berat hati penulis jadikan contoh mengingat mayoritas di Indonesia– seakan terkesan begitu shalih. Umat begitu antusias ke Masjid untuk shalat atau menyimak ceramah, berpuasa sunnah selain wajib di bulan Ramadhan, kadang ada yang bolak-balik ke tanah suci untuk menunaikan ibadah Haji dan Umrah. Namun apa output segala ibadat atau keshalihan ritual terhadap kehidupan sosial, atau apakah keshalihan ritual menjamin terbentuk keshalihan sosial seperti jujur, rajin, tepat waktu, sopan atau berbagai disiplin lainnya?
Syarah Aqidah Al-Wasithiyah (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah)
-Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthaniy
بسم الله الرحمن الرحيم
MUKADIMAH SYARH AL-AQIDAH AL-WASITHIYAH SYAIKH AL-ISLAM IBN TAIMIYAH RAHIMAHULLAH
Segala puji bagi Allah, Rab semesta alam. Shalawat dan salam yang lengkap dan sempurna semoga dilimpahkan kepada Nabi dan Rasul paling mulia, Nabi dan Imam kita, Muhammad bin Abdullah, juga kepada segenap keluarga, shahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti jejak mereka dengan baik, hingga Hari Kiamat. Amma ba'du.
Kitab "Al-Aqidah Al Wasithiyah" tulisan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah Ta'ala, adalah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Adapun latar belakang penulisan,
بسم الله الرحمن الرحيم
MUKADIMAH SYARH AL-AQIDAH AL-WASITHIYAH SYAIKH AL-ISLAM IBN TAIMIYAH RAHIMAHULLAH
Segala puji bagi Allah, Rab semesta alam. Shalawat dan salam yang lengkap dan sempurna semoga dilimpahkan kepada Nabi dan Rasul paling mulia, Nabi dan Imam kita, Muhammad bin Abdullah, juga kepada segenap keluarga, shahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti jejak mereka dengan baik, hingga Hari Kiamat. Amma ba'du.
Kitab "Al-Aqidah Al Wasithiyah" tulisan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah Ta'ala, adalah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Adapun latar belakang penulisan,
Jumat, 03 Juni 2011
Mewaspadai Penyesatan Opini, Cerdaslah Menerima Informasi !
Sudahkah anda tahu, bahwa “War on Terrorism” paska runtuhnya WTC, akan terus digulirkan untuk memberangus gerakan Islam yang menyuarakan kebangkitan Islam ? Lalu benarkah berita yang terkait terorisme adalah THE REAL FACT?? FAKTA YANG SEBENAR-BENAR FAKTA?? Atau SEBUAH REKAYASA UNTUK MELEGITIMASI OPINI PIHAK TERTENTU??…maka dengan kecerdasan berpikir, kita seharusnya bisa menilai, MANA FAKTA dan MANA OPINI???
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang Fasik dengan membawa berita, maka telitilah berita itu agar kalian tidak memberikan keputusan pada suatu kaum tanpa pengetahuan sehingga kalian akan menyesali diri atas apa yang telah kalian kerjakan” (QS Al Hujurat (49) : 6)
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang Fasik dengan membawa berita, maka telitilah berita itu agar kalian tidak memberikan keputusan pada suatu kaum tanpa pengetahuan sehingga kalian akan menyesali diri atas apa yang telah kalian kerjakan” (QS Al Hujurat (49) : 6)
Sepotong Kue Tart dan Secuil Pahala
Bayangkanlah … Anda ditawari sepotong kue tart, yang terdiri dari kue bolu coklat yang dilapisi whipping cream yang lembut, ditambah dengan serutan coklat di atasnya, plus stroberi yang rasa asam-manisnya semakin melengkapi kenikmatan kue tart tersebut.
Lalu, Anda ditanya, “Ingin pilih yang mana? Kertas alas kuenya, secuil whipping cream-nya, kue bolunya saja, atau ingin kue tart yang utuh?”
Sepertinya, nyaris tak mungkin jika Anda menjawab, “Kertas alas kuenya saja.” Benar begitu, bukan?
Jika itu berlaku dalam permisalan perkara dunia, maka bagaimana lagi dengan perkara pahala akhirat? Tentunya jauh lebih mulia! Terdapat berbagai jenis tawaran pahala yang menanti Anda dalam ibadah sunah. Anda boleh mengambil separuh, seujung jari, atau mungkin seluruhnya. Semuanya adalah pilihan yang Anda ambil sendiri.
Lalu, Anda ditanya, “Ingin pilih yang mana? Kertas alas kuenya, secuil whipping cream-nya, kue bolunya saja, atau ingin kue tart yang utuh?”
Sepertinya, nyaris tak mungkin jika Anda menjawab, “Kertas alas kuenya saja.” Benar begitu, bukan?
Jika itu berlaku dalam permisalan perkara dunia, maka bagaimana lagi dengan perkara pahala akhirat? Tentunya jauh lebih mulia! Terdapat berbagai jenis tawaran pahala yang menanti Anda dalam ibadah sunah. Anda boleh mengambil separuh, seujung jari, atau mungkin seluruhnya. Semuanya adalah pilihan yang Anda ambil sendiri.
Rabu, 13 April 2011
Master Plan Al Qaeda 2020
Para pioner-pioner Al-Qaida telah mengidentifikasi beberapa masalah yang melanda umat Islam saat ini sehingga keadaan umat Islam kritis dan hampir tak berdaya, diantaranya yaitu:
Keadaan umat Islam sekarang tidak sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kehidupannya sangat jauh dan bahkan bertentangan dengan syari’at Islam.
Pemerintahan negara- negara yang berpendudukan Islam tidak diatur dengan hukum Allah tapi dengan hukum kafir sekuler dan diatur oleh perpanjangan boneka kafir.
Kekayaan negara-negara Islam telah dirampas oleh musuh Islam dan para munafiqin.
Keadaan umat Islam sekarang tidak sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kehidupannya sangat jauh dan bahkan bertentangan dengan syari’at Islam.
Pemerintahan negara- negara yang berpendudukan Islam tidak diatur dengan hukum Allah tapi dengan hukum kafir sekuler dan diatur oleh perpanjangan boneka kafir.
Kekayaan negara-negara Islam telah dirampas oleh musuh Islam dan para munafiqin.
PESAN PERLAWANAN
PESAN PERLAWANAN
Oleh: Muntaha Bulkini
( Alumni Jurusan Sejarah UIN Ciputat,
Pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid Tangerang)
Munculnya perlawanan dari individu dan kelompok yang memperjuangkan tegaknya Syariat Islam merupakan teguran bagi umat Islam, Ulama dan Penguasa negeri ini. Mereka mengusung eksistensi manusia sebagai sasaran Al-Qur’an. Saat ini umat Islam seharusnya berupaya keras menjadi objek sasaran Al-Qur’an seperti generasi pertama umat ini. Bukankah manusia sekarang sama dengan manusia sejak nabi Adam sampai umat Rasulullah saw., dalam hakikat dan fitrahnya? Meskipun alam raya terjadi perubahan situasi dan kondisi tetapi manusia tidak akan pernah berubah menjadi mankhluk lain atau makhluk modern untuk menyemarakkan bumi ini. Paradigma ini yang menjadi inspirasi perlawanan itu.
Oleh: Muntaha Bulkini
( Alumni Jurusan Sejarah UIN Ciputat,
Pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid Tangerang)
Munculnya perlawanan dari individu dan kelompok yang memperjuangkan tegaknya Syariat Islam merupakan teguran bagi umat Islam, Ulama dan Penguasa negeri ini. Mereka mengusung eksistensi manusia sebagai sasaran Al-Qur’an. Saat ini umat Islam seharusnya berupaya keras menjadi objek sasaran Al-Qur’an seperti generasi pertama umat ini. Bukankah manusia sekarang sama dengan manusia sejak nabi Adam sampai umat Rasulullah saw., dalam hakikat dan fitrahnya? Meskipun alam raya terjadi perubahan situasi dan kondisi tetapi manusia tidak akan pernah berubah menjadi mankhluk lain atau makhluk modern untuk menyemarakkan bumi ini. Paradigma ini yang menjadi inspirasi perlawanan itu.
Langganan:
Postingan (Atom)